Budaya Sopan Tumbuhkan Karakter Positif Warga Sekolah

Anik Kristyanti, S.Pd.
Kepala SDN Purwosari 02 Semarang

Karakter adalah unsur utama pembangunan. Karakter adalah tujuan awal dari hasil pendidikan yang dilalui siswa. Apakah baik karakternya, apakah buruk karakternya. Namun, karakter baik tersebut bukan hanya siswa yang dijadikan objeknya. Tetapi, semua warga sekolah wajib memiliki karakter yang baik. Agar semua warga sekolah memiliki karakter yang baik tentulah tidak mudah. Butuh perjuangan dan terobosan yang bisa dilakukan kepala sekolah untuk mencapai kondisi tersebut.
Karakter adalah kualitas, kekuatan mental, moral atau budi pekerti yang merupakan kepribadian khusus sebagai pendorong serta pembeda antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diambil kesimpulan karakter adalah watak, sifat, hal yang mendasar pada diri seseorang sebagai pembeda antara individu yang satu dengan yang lainnya. (Hidayatullah, 2010:13).
Selain itu menurut Maksudin, yang dimaksud karakter adalah ciri khas setiap individu berkenaan dengan jati dirinya (daya qalbu), yang merupakan sari pati kualitas batiniah/rohaniah, cara berpikir, cara berperilaku (sikap dan perbuatan lahiriah) hidup seseorang dan bekerja sama baik dalam keluarga, masyarakat, bangsa maupun negara. (Maksudin, 2013:03).
Sehingga bisa diambil kesimpulan bahwa karakter adalah daya pikat atau akhlak yang dimiliki setiap individu sebagai bentuk ciri khas positif yang dimilikinya sebagai bentuk berperilaku yang baik dan benar.
Oleh sebab itu, karakter sangat penting bagi setiap individu. Dan karakter yang baik butuh dibangun dengan pendidikan karakter yang baik pula. Artinya ada proses pendidikan atau contoh dan teladan dari setiap individu satu ke individu lainnya agar karakter positif benar benar tertanam dengan baik.
Salah satu usaha yang sudah dilakukan penulis sebagai kepala sekolah di SDN Purwosari 02 kota Semarang, guna menumbuhkan karakter positif seluruh warga sekolah adalah dengan membiasakan sikap sopan dalam keseharian di sekolah yang wajib dilakukan guru, kepala sekolah, siswa, tenaga pendidikan dan orang tua dari siswa.
Artinya ada gerakan untuk membiasakan sikap sopan dalam keseharian di sekolah guna menumbuhkan sikap karakter positif seluruh warga sekolah, seperti saling menghormati, disiplin, ramah, religius, cerdas, dan lain sebagainya.
Lalu mengapa dengan membiasakan sikap sopan? Hal ini dikarenakan, dengan sopan semua warga sekolah otomatis akan bisa saling menghormati satu dan lainnya. Selain itu, sikap sopan adalah salah satu sikap positif yang mudah dipahami oleh setiap orang dalam usia apapun. Karena sopan mudah dipraktikkan, sudah menjadikan hal wajar dalam keseharian, dan sopan sudah sering diaplikasikan oleh semua orang.
Sopan menurut Oetomo adalah sikap hormat dan beradap dalam perilaku, santun dalam tutur kata, budi bahasa dan kelakuan yang baik sesuai dengan adat istiadat dan budaya setempat yang harus kita lakukan. (Oetomo, 2012: 20).
Sehingga bisa dikatakan, sopan adalah perilaku santun yang bisa dilakukan dalam bentuk perkataan, perbuatan dan sikap. Sehingga, jelas jika sopan adalah bentuk adab yang baik dan sumber daripada seluruh karakter positif. Adapun langkah yang penulis lakukan guna membudayakan sikap sopan pertama adalah menanamkan sikap saling memberi keteladanan antar semua warga sekolah. kemudian yang kedua, saling berpikir positif antara warga sekolah. Dan ketiga adalah adanya kemauan untuk untuk berubah ke arah yang lebih baik. Tentu dengan harapan kita semua melakukan kebiasaan positif tersebut, sikap sopan bisa menjadi agen perubahan menumbuhkan sikap karakter positif seluruh warga sekolah.